Senin, 27 Januari 2014

Pemilu



Pagi-pagi sudah pada brisik...
Si ibu yang biasanya jam segini sedang di pasar,tumben2nya masih di rumah.
Si ayah yang biasanya jam segini sedang ke kebun ,,tumben2nya masih di rumah.
Si bude yang biasanya jam segini sedang mencuci baju,,tumben2nya sedang tidak mencuci baju.
Si pakdw yang biasanya jam segini sedang memandikan burung perkututnya,,tumben tidak sedang memansikan perkututnya.
Si om yang biasanya jam segini sedang membaca koran kemarin,,tumben tidak sedang membaca koran kemarin.
Si kaka yang biasanya jam segini sedang memandikan vespanya,,kok yo tumben2nya juga tidak sedang memandikan vespanya...


Ada ini tanyaku dalam hati.Satu persatu ku amati orang-orang ini.Satu persatu kulihat wajah mereka yang sedikit agak merah.Kuamati pula percakapan demi percakapan si ibu,si ayah,si bude,si pakde,si om ,si kakak dan kulihat bahkan tetangga2kupun tidak melakukan akitivitas seperti biasa,mereak bercakap cakap dengan wajah merah dan otot yang  terlihat di leher mereka.

Kok brisik sekali gerutuku dalam hati,mengapa mereka rela meninggalkan aktivitas mereka dan di gantikan dengan sindir menyindir,saling membuka aib satu sama lain,

Tak lama,mereka tiba tiba pergi menuju sebuah lapangan.Di situ kulihat ada banyak bendera warna warni ada yang berisi tulisan " JANGAN LUPA COBLOS NO 2",ada juga yang berisi gambar manusia dengan pakaian rapi berdasi,berkerudung ato memakai peci dan dengan berisi janji janji manis semanis pemanis buatan.


Singkat cerita,,,pemilupun berakhir dan menghasilkan 1 jawara.Dan pada akhirnya mereka yang ribut-ribut tadi tdk mendapatkan apa apa selain kenyataan yang tidak sesuai dengan janji…
 yah walo pahit tapi setidaknya tidak golput ya,,,


_ Realita masyarakat Indonesia dan Pemilu dan Janji Palsu…._



0 komentar:

Posting Komentar

 

This Template Was Found On Elfrida Chania's Blog. Copyrights 2011.